Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Senja hari di pantai Palabuhanratu
Pantai Palabuhanratu, atau lebih populer sebagai
Pantai Pelabuhan Ratu, adalah sebuah tempat
wisata di
pesisir Samudra Hindia di selatan
Jawa Barat. Lokasinya terletak sekitar 60 km ke arah selatan dari
Kota Sukabumi.
Pantai ini dikenal memiliki ombak yang sangat kuat dan karena itu berbahaya bagi perenang pantai. Topografinya berupa perpaduan antara pantai yang curam dan landai, tebing karang terjal, hempasan ombak, dan hutan
cagar alam.
Karena tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, Presiden
Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun
1960 di Tenjo Resmi. Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah
Samudera Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan
Hotel Indonesia,
Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada "
Sarinah", yang kesemuanya menggunakan dana
pampasan perang dari
Jepang.
Fasilitas rekreasi
Orang Belanda di pantai Pelabuhan Ratu (saat itu "Wijnkoopsbaai") di tahun 1920-an
Selain hotel besar dan mewah Samudera Beach Hotel, di daerah ini terdapat pula sejumlah hotel dan losmen kecil, Pondok Dewata resor adalah salah satu villa mewah yang cukup laris dikunjungi wisatawan. Tidak berapa jauh dari Pantai Palabuhanratu terdapat beberapa lokasi wisata lainnya.
Pantai Karanghawu, yang letaknya sekitar 20 km dari pusat kota Palabuhanratu, merupakan pantai karang yang menjorok ke laut dan berlubang di beberapa bagian itu. Bentuk karangnya lebih mirip tungku, dalam
bahasa Sunda disebut "Hawu". Pantai-pantai lain yang terletak di daerah ini antara lain adalah Pantai Cibareno,
Cimaja, Cibangban, Break Water,
Citepus, Kebon Kelapa, dan Tenjo Resmi.
Sekitar 17 km dari Pantai Palabuhanratu terdapat sumber air panas di
Cisolok, yang airnya mengandung
belerang yang tinggi dan berguna bagi kesehatan.
Di seputar Palabuhanratu, paling tidak ada sembilan titik lokasi untuk
berselancar, yaitu di Batu Guram, Karang Sari, Samudra Beach, Cimaja, Karang Haji, Indicator, Sunset Beach, Ombak Tujuh sampai Ujung Genteng. Masing-masing pantai mempunyai ombak dengan karakteristiknya sendiri.
Mitos
Masyarakat pantai selatan khususnya
Palabuhanratu percaya adanya penguasa
laut selatan yaitu
Ratu Kidul. Konon, ia adalah seorang ratu yang cantik bagai bidadari. Di Laut Selatan - nama lain dari
Samudra Hindia - sebelah selatan Pulau Jawa, ia bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang besar dan indah.
Pada bulan April biasanya masyarakat sekitar Palabuhanratu mengadakan ritual upacara adat Hari Nelayan. Hari Nelayan dimaksudkan sebagai syukuran atas rezeki yang telah mereka dapatkan dari hasil laut dan agar dijauhkan dari bencana. Biasanya dalam upacara ini disediakan
sesaji berupa kepala
kerbau yang nantinya akan dilarung ke tengah laut.
Pelestarian fauna
Pantai Palabuhanratu juga dikenal sebagai tempat bertelur dan berbiaknya
penyu yang terancam punah, dan karenanya termasuk salah satu binatang yang dilindungi di dunia. Namun demikian penyu-penyu di Pantai Palabuhanratu masih sering ditangkapi untuk dimakan dagingnya sementara badannya dan kulitnya dijadikan cendera mata dan telurnya diambil untuk dikonsumsi masyarakat.